Yogyakarta — Ratusan jemaah memenuhi Masjid Quwwatul Islam pada Rabu malam, 3 September 2025, dalam acara pengajian Malam Sawelasan yang sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dipimpin oleh Ustadz Izzun Nafroni, S.HI., dan dihadiri oleh jemaah yang antusias, termasuk perwakilan dari pemerintahan.
Malam yang penuh khidmat ini diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror, Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, dan Kitab Nurul Burhani. Dalam ceramahnya, Ustadz Izzun Nafroni menyampaikan dua poin penting yang menyentuh hati para jemaah.
Pentingnya Maulid dan Keteladanan Rasulullah
Pertama, Ustadz Izzun Nafroni membahas tentang keutamaan merayakan Maulid Nabi. Beliau mengutip perkataan dari Sahabat Ali RA yang artinya, “Barangsiapa yang mengagungkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan menjadi sebab dibacakannya sirah nabawiyyah, maka orang tersebut tidak keluar dari dunia (mati) kecuali dalam keadaan membawa iman.” Kutipan ini menegaskan pentingnya meneladani perjuangan dan ajaran Nabi.
Kedua, Ustadz Izzun Nafroni juga menyoroti salah satu akhlak mulia Rasulullah SAW, yaitu sifat tawadhu’ atau rendah hati. Beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah panutan utama dalam hal kerendahan hati, sebuah sifat yang harus selalu kita contoh dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara yang berlangsung hingga pukul 21.30 WIB ini dihadiri oleh sekitar 300 jemaah dari majelis Nyawiji Roso. Pengajian ini menjadi momentum penting bagi jemaah untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat tali silaturahmi, dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Dokumentasi Acara: