Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta

seorang-pria-sedang-shalat-di-rumahnya

Cara Qadha Shalat yang Benar & Hukumnya (Lengkap)

Pengantar: Mengapa Qadha Shalat Itu Penting

Shalat adalah tiang agama yang wajib dijaga setiap hari. Namun, manusia kadang tertidur, lupa, atau memiliki uzur yang membuat shalat terlewat. Dalam Islam, kewajiban shalat tidak hilang hanya karena waktu telah berlalu. Ketika seseorang lupa atau tertidur, ia tetap harus menggantinya, dan itulah yang disebut qadha shalat.

Rasulullah ﷺ menegaskan hal ini dengan sabdanya:
“Barang siapa yang tertidur dari shalat atau lupa, maka hendaklah ia mengerjakannya ketika ia ingat.” (HR. Bukhari no. 597 dan Muslim no. 684)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Allah tidak membebaskan seseorang dari tanggung jawab ibadah. Mengqadha shalat berarti menjaga hubungan dengan Allah meski waktu shalat telah lewat.

Hukum Mengqadha Shalat yang Terlewat

Ulama sepakat bahwa orang yang tertidur atau lupa tetap wajib mengganti shalatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka sungguh ia telah kafir.”
(HR. Tirmidzi no. 2621, hasan shahih)

Orang yang sengaja meninggalkan shalat memang berdosa besar. Namun, menurut mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i, ia tetap perlu mengqadha sebagai bentuk taubat dan tanggung jawab. Dengan begitu, ia memperlihatkan kesungguhan dalam menebus kelalaiannya.

Cara Melakukan Qadha Shalat dengan Benar

Berikut langkah-langkah melakukan qadha shalat sesuai tuntunan Nabi ﷺ dan penjelasan ulama.

1. Niat Qadha Shalat

Niat membedakan satu ibadah dari ibadah lainnya. Sebagian ulama menyampaikan bahwa, niat cukup dilakukan di dalam hati tanpa perlu diucapkan. Namun, sebagian ulama memperbolehkan melafalkannya untuk membantu kekhusyukan.

Opsi niat tanpa lafaz (cukup dalam hati):

“Saya berniat mengganti shalat Subuh karena Allah Ta’ala.”

Opsi niat dengan lafaz (bila ingin melafalkannya):

Ushalli fardha shubhi qadhaan lillahi ta‘aala. (disesuaikan dengan sholat yang ditinggalkan)

Kedua cara tersebut sah, karena yang terpenting adalah keikhlasan hati dalam beribadah.

2. Urutan Shalat yang Harus Diganti

Jika seseorang melewatkan beberapa shalat, sebaiknya ia menggantinya sesuai urutan: Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, lalu Isya. Bila waktu shalat berikutnya hampir habis, ia bisa mendahulukan shalat yang waktunya sedang berlangsung.

Rasulullah ﷺ pernah mengqadha shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya secara berurutan setelah Perang Khandaq.
Hadits Shahih:
“Rasulullah ﷺ mengqadha shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya secara berurutan.” (HR. Ahmad no. 13818, shahih menurut Al-Albani)

3. Waktu Melakukan Qadha

Seseorang boleh mengqadha shalat kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam. Hanya dua waktu yang tidak diperbolehkan: setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar hingga matahari terbenam.

Rasulullah ﷺ dan para sahabat pernah tertidur saat safar hingga waktu Subuh lewat. Begitu bangun, mereka segera berwudhu dan shalat di tempat itu.
Hadits Shahih:
“Kelalaian tidak terjadi karena tidur, melainkan ketika seseorang tidak shalat sampai datang waktu shalat berikutnya.” (HR. Muslim no. 681)

4. Jumlah Shalat yang Harus Diganti

Jika seseorang melewatkan beberapa kali shalat, ia harus menggantinya sesuai jumlah yang diyakini. Bila lupa jumlah pastinya, ia dapat memperkirakan dan terus melaksanakan qadha hingga merasa yakin semua shalat yang tertinggal sudah terganti.

Apakah Harus Berurutan Saat Banyak Qadha Shalat?

Mayoritas ulama Syafi’iyyah dan Malikiyyah memandang urutan sebagai sunnah, bukan kewajiban. Namun, melakukan qadha secara berurutan tetap lebih utama karena mencerminkan disiplin dalam ibadah.

Contoh: jika seseorang melewatkan Zuhur dan Ashar, ia bisa melaksanakan Zuhur terlebih dahulu, kemudian Ashar. Bila waktu Maghrib hampir habis, ia boleh mendahulukan Maghrib agar tidak keluar waktunya.

Qadha Shalat bagi Wanita yang Haid

Wanita yang sedang haid tidak wajib mengganti shalat yang terlewat. Ini termasuk bentuk keringanan dari Allah. Akan tetapi, mereka tetap wajib mengganti puasa Ramadan yang tidak sempat dijalankan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Kami dahulu haid di zaman Rasulullah ﷺ. Kami diperintahkan mengqadha puasa, tetapi tidak diperintahkan mengqadha shalat.” (HR. Muslim no. 335)

Hadits ini menegaskan bahwa syariat Islam selalu mempertimbangkan kemampuan dan kondisi manusia.

Tips Agar Tidak Sering Terlambat Shalat

Berikut beberapa cara agar tidak sering meninggalkan shalat:

  1. Pasang pengingat adzan di ponsel atau jam tangan.
  2. Segera berwudhu begitu mendengar adzan.
  3. Dahulukan shalat sebelum aktivitas lain.
  4. Bersahabatlah dengan orang yang disiplin shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari no. 527)

Dengan menjaga waktu shalat, seseorang bisa terhindar dari kelalaian yang membuatnya harus mengqadha.

Penutup

Qadha shalat menunjukkan kesungguhan seorang Muslim dalam memperbaiki ibadah. Nabi ﷺ mencontohkan agar setiap shalat yang terlewat segera diganti begitu seseorang mengingatnya.
Mari kita jaga amanah shalat ini dengan penuh tanggung jawab dan berusaha melaksanakan tepat waktu setiap hari.

Share artikel ini jika bermanfaat:

Bantu Kami Meningkatkan Dampak Positif untuk Sesama

Setiap donasi Anda akan langsung membantu mereka yang sangat membutuhkan di sekitar kita. Bersama, kita bisa mengubah kehidupan lebih baik. Jadilah bagian dari perubahan nyata hari ini.

Bantu Kami Meningkatkan Dampak Positif untuk Sesama

Setiap donasi Anda akan langsung membantu mereka yang sangat membutuhkan di sekitar kita. Bersama, kita bisa mengubah kehidupan lebih baik. Jadilah bagian dari perubahan nyata hari ini.

Baca Artikel Lainnya

Menu Buka Sehat & Berkah
4 Februari 2026

Menu Buka Puasa Sehat & Berkah

Memilih menu buka puasa yang tepat merupakan kunci utama agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah Ramadhan. Oleh

Doa Nabi Yusuf: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
28 Januari 2026

Guy, ini kedahsyatan Doa Nabi Yusuf

Doa Nabi Yusuf adalah salah satu doa yang banyak diamalkan oleh umat Islam, khususnya bagi mereka yang berharap

Doa buka puasa
21 Januari 2026

Doa Buka Puasa Ramadhan Sahih

Setiap Muslim pasti menantikan momen berbuka puasa sebagai waktu yang penuh keberkahan. Selain menandai kemenangan menahan hawa nafsu,