Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta

Doa buka puasa

Doa Buka Puasa Ramadhan Sahih

Setiap Muslim pasti menantikan momen berbuka puasa sebagai waktu yang penuh keberkahan. Selain menandai kemenangan menahan hawa nafsu, waktu Maghrib merupakan saat yang mustajab untuk memohon kepada Allah. Namun, sudahkah Anda mengamalkan doa buka puasa ramadhan yang sesuai dengan hadits shahih?

Menggunakan doa yang tepat sesuai sunnah akan menyempurnakan ibadah dan mendatangkan ketenangan hati. Simak panduan lengkapnya di bawah ini.

Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa membaca doa berikut saat berbuka puasa:

Teks Arab:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Teks Latin:

Dzahaba-zh-zhama’u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya:

“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.” (HR. Abu Dawud no. 2357, Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).

Kapan Anda Harus Membaca Doa Ini?

Banyak orang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan doa ini. Jika kita memperhatikan makna kalimatnya (“Telah hilang rasa haus…”), maka para ulama menyarankan Anda membaca doa ini setelah membatalkan puasa (setelah meminum air atau memakan kurma).

Ikuti urutan adab berbuka berikut ini agar lebih afdhal:

  1. Ucapkan “Bismillah” sebelum menyentuh hidangan.
  2. Batalkan puasa segera dengan air putih atau kurma.
  3. Bacalah doa “Dzahaba-zh-zhama’u…” setelah Anda merasakan kesegaran air menyentuh tenggorokan.

Bagaimana dengan Doa “Allahumma Laka Sumtu”?

Anda mungkin lebih sering mendengar doa: Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu.

Doa ini mengandung makna pujian yang indah kepada Allah. Namun, para ahli hadits menjelaskan bahwa riwayat doa tersebut memiliki derajat yang lemah (dhaif) jika kita bandingkan dengan riwayat Abu Dawud di atas. Oleh karena itu, mengutamakan doa yang shahih merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kemurnian ibadah kita.

Adab Berbuka Puasa yang Mendatangkan Berkah

Selain mengamalkan doa buka puasa ramadhan, pastikan Anda melakukan kebiasaan baik berikut:

  • Menyegerakan Berbuka: Segeralah berbuka begitu adzan Maghrib berkumandang.
  • Mengkonsumsi Kurma: Rasulullah sangat menyukai kurma atau air putih untuk mengawali buka puasa.
  • Hindari Sikap Berlebihan: Makanlah secukupnya agar Anda tetap ringan saat menunaikan shalat Maghrib dan Tarawih.
  • Perbanyak Doa Lain: Allah mengabulkan doa hamba-Nya di waktu menjelang berbuka. Gunakan kesempatan ini untuk mendoakan keluarga.

Kesimpulan

Mempraktikkan doa buka puasa ramadhan yang shahih menunjukkan rasa cinta kita pada Sunnah Nabi. Dengan membaca Dzahaba-zh-zhama’u…, kita tidak hanya memuaskan dahaga fisik, tetapi juga memperkuat keyakinan atas pahala yang Allah janjikan.

Share artikel ini jika bermanfaat:

Bantu Kami Meningkatkan Dampak Positif untuk Sesama

Setiap donasi Anda akan langsung membantu mereka yang sangat membutuhkan di sekitar kita. Bersama, kita bisa mengubah kehidupan lebih baik. Jadilah bagian dari perubahan nyata hari ini.

Bantu Kami Meningkatkan Dampak Positif untuk Sesama

Setiap donasi Anda akan langsung membantu mereka yang sangat membutuhkan di sekitar kita. Bersama, kita bisa mengubah kehidupan lebih baik. Jadilah bagian dari perubahan nyata hari ini.

Baca Artikel Lainnya

Seorang pria berdzikir setelah sholat tahajud
13 Mei 2026

Dzikir Setelah Sholat Tahajud: Panduan dan Keutamaan

Mengawali Pagi dengan Ibadah Malam Mengamalkan dzikir setelah sholat tahajud adalah kebiasaan yang sangat mulia. Oleh karena itu,

Dzikir pagi petang
7 Mei 2026

Kedahsyatan Dzikir Pagi Petang

Dzikir pagi petang adalah amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Amalan ini dilakukan pada waktu pagi dan

Ilustrasi jamaah di depan Ka'bah untuk menjelaskan perbedaan haji dan umroh secara lengkap.
29 April 2026

Perbedaan Haji dan Umroh: Panduan Lengkap untuk Jamaah

Banyak umat Islam masih sering tertukar saat membahas perbedaan haji dan umroh. Oleh karena itu, kita perlu memahaminya