Doa Nabi Yusuf adalah salah satu doa yang banyak diamalkan oleh umat Islam, khususnya bagi mereka yang berharap diberikan ketampanan, kecantikan, wibawa, serta akhlak yang baik. Doa ini dinisbatkan kepada Nabi Yusuf, sosok nabi yang dikenal bukan hanya karena rupa yang sangat tampan, tetapi juga karena kesabaran, keteguhan iman, dan kemuliaan akhlaknya.
Artikel ini membahas secara lengkap bacaan doa Nabi Yusuf, arti dan maknanya, keutamaan, serta cara mengamalkannya dengan benar agar tidak hanya berorientasi pada penampilan lahir, tetapi juga pada keindahan batin.
Bacaan Doa Nabi Yusuf
Bacaan Arab
اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Bacaan Latin
Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii.
Artinya
Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupa (ciptaan)ku, maka perindahlah pula akhlakku.
Doa ini sering disebut sebagai Doa Nabi Yusuf karena kandungannya mencerminkan keseimbangan antara keindahan fisik dan keindahan akhlak, sebuah nilai yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam.
Kisah Singkat Nabi Yusuf dan Makna Doanya
Nabi Yusuf dikenal sebagai manusia yang diuji dengan ketampanan luar biasa. Dalam Al-Qur’an diceritakan bahwa para wanita Mesir sampai melukai tangan mereka sendiri ketika melihat ketampanan beliau. Namun keistimewaan Nabi Yusuf tidak berhenti pada rupa, melainkan pada kemampuannya menjaga diri dari perbuatan maksiat meskipun godaan datang dengan sangat kuat.
Makna doa Nabi Yusuf mengajarkan bahwa ketampanan dan kecantikan adalah amanah, keindahan tanpa akhlak dapat menjadi fitnah, dan keindahan sejati terletak pada keselarasan antara lahir dan batin.
Keutamaan Mengamalkan Doa Nabi Yusuf
Mengamalkan doa ini secara rutin memiliki beberapa keutamaan penting.
Pertama, memohon wibawa dan aura positif sehingga seseorang lebih disegani, dipercaya, dan dihormati dalam pergaulan.
Kedua, membantu menjaga akhlak di tengah ujian. Doa ini menumbuhkan pengendalian diri, terutama saat menghadapi pujian, perhatian, atau godaan.
Ketiga, menumbuhkan rasa syukur kepada Allah atas ciptaan diri sendiri, sehingga fokus hidup tidak hanya pada kekurangan fisik.
Keempat, membantu menyeimbangkan keindahan lahir dan batin, karena Islam tidak melarang tampil rapi dan menarik, namun menempatkan akhlak sebagai nilai utama.
Waktu yang Dianjurkan Membaca Doa Nabi Yusuf
Tidak ada ketentuan waktu khusus untuk membaca doa Nabi Yusuf. Namun doa ini sering diamalkan pada waktu-waktu berikut:
Setelah shalat fardhu, setelah shalat Dhuha, saat bercermin, sebelum bertemu banyak orang seperti saat wawancara atau presentasi, serta ketika memohon jodoh yang baik.
Yang paling utama adalah membaca doa ini dengan penuh keikhlasan dan konsistensi.
Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf dengan Benar
Agar doa Nabi Yusuf tidak disalahpahami, pengamalannya perlu disertai dengan adab yang benar.
Niatkan doa untuk kebaikan dan perbaikan diri, bukan untuk kesombongan. Seimbangkan doa dengan usaha nyata memperbaiki akhlak seperti bersikap jujur, rendah hati, dan menjaga pandangan. Jaga adab dalam berpakaian dan berperilaku, serta perbanyak istighfar dan shalawat agar hati tetap bersih.
Doa yang tidak diiringi usaha memperbaiki diri akan kehilangan makna sejatinya.
Kesalahan Umum dalam Memahami Doa Nabi Yusuf
Beberapa kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap doa ini hanya untuk ketampanan fisik, mengamalkannya dengan tujuan pamer atau menarik lawan jenis secara tidak sesuai syariat, serta mengabaikan akhlak setelah berdoa.
Padahal inti dari doa Nabi Yusuf adalah memohon keindahan akhlak agar keindahan fisik tidak menjadi sumber keburukan.
Penutup
Doa Nabi Yusuf adalah doa dengan makna yang sangat dalam. Doa ini bukan sekadar permohonan agar terlihat menarik, tetapi merupakan pengakuan bahwa akhlak mulia adalah perhiasan terbaik seorang manusia.
Dengan mengamalkannya secara rutin dan penuh kesadaran, seseorang diharapkan menjadi pribadi yang baik dalam perilaku, nyaman dalam pergaulan, dan diridhai oleh Allah SWT.