Pernah nggak sih, kamu lagi di posisi “tanggal tua”, dompet mulai menipis, eh… malah ada aja kebutuhan mendadak? Di saat kayak gitu, denger kata “sedekah” aja mungkin rasanya berat banget. Pikiran kita otomatis bilang, “Gimana mau sedekah, buat diri sendiri aja pas-pasan.”
Wajar banget mikir kayak gitu. Tapi, tahu nggak? Justru di situlah letak “ujian” dan “keajaiban”-nya.
Banyak dari kita yang punya mindset kalau sedekah itu nanti aja kalau sudah mapan, sudah kaya raya, sudah lapang rezekinya. Padahal, dalam Islam, sedekah di waktu sempit itu punya nilai yang luar biasa spesial.
Yuk, kita bedah bareng, kenapa bisa begitu dan gimana era online bikin ini jadi makin gampang.
Emang Boleh Sedekah Pas Lagi “Bokek”? Ini Kata Dalilnya
Jawabannya: Boleh banget! Bahkan, itu salah satu yang paling utama.
Seringkali kita takut, kalau kita kasih uang kita yang sedikit itu, kita bakal makin kekurangan. Nah, di sinilah iman kita diuji. Coba kita cek Hadits super keren ini.
Suatu hari, ada sahabat yang bertanya ke Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab: “Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, kikir (merasa berat mengeluarkannya), takut miskin, dan sedang mengharapkan kekayaan…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jelas banget, kan? Sedekah terbaik itu justru pas kita lagi:
- Sehat: (Bukan nunggu sakit-sakitan baru mau sedekah)
- Kikir/Takut Miskin: (Lagi ngerasa “sayang” sama harta itu, tapi kita paksain buat berbagi)
Kenapa? Karena di situlah letak perjuangannya. Kita melawan rasa takut kita sendiri dan lebih percaya sama janji Allah daripada kekhawatiran kita.
Masih ragu kalau harta bakal berkurang? Rasulullah SAW juga sudah kasih jaminan:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Ini adalah paradoks rezeki. Secara matematis, uang kita berkurang. Tapi secara ilahi, Allah janji bakal ganti, entah dalam bentuk rezeki lain, ketenangan hati, atau dijauhkan dari musibah.
Kenapa ‘Sedekah Sempit’ Itu Spesial Banget?
Oke, selain dalil di atas, kenapa sih amalan ini jadi powerful banget?
1. Tes Kepercayaan Level Goks
Ini bukti kalau kita lebih percaya sama janji Allah daripada sama saldo di rekening kita. Kita yakin 100% bahwa Allah yang ngatur rezeki.
2. Ngelawan Si ‘Pelit’ dalam Diri
Waktu sempit, insting kita pasti “bertahan” dan jadi pelit. Dengan tetap sedekah, kita lagi melatih jiwa kita buat jadi pribadi yang dermawan dan nggak gampang diperbudak harta.
3. Pancingan Rezeki Paling Mujarab
Allah sendiri yang bilang di Al-Quran, perumpamaan sedekah itu kayak satu biji yang numbuhin 7 tangkai, dan tiap tangkai ada 100 biji. Dilipatgandakan sampai 700 kali lipat, bahkan lebih! (QS. Al-Baqarah: 261). Sedekah pas sempit itu ibarat kita lagi “mancing” rezeki besar dari Allah.
4. Auto Bikin Hati Plong
Percaya atau nggak, rasa cemas, stres, dan gelisah karena “sempit” itu bisa diobati dengan memberi. Saat kita bikin orang lain bahagia, ada kebahagiaan dan ketenangan yang otomatis masuk ke hati kita.
Zaman Now Gampang Banget: Sedekah Online Jagoannya!
Dulu, mungkin kita harus cari kotak amal atau ke panti asuhan. Sekarang? Semua ada di genggaman. Era online memangkas semua alasan untuk menunda kebaikan.
- Bisa Mulai dari Receh: Lagi sempit? Nggak perlu sedekah jutaan. Sedekah 5 ribu, 10 ribu via virtual account atau QRIS itu gampang banget. Ingat hadits “Jauhkan dirimu dari api neraka walau hanya dengan sedekah separuh biji kurma.” (HR. Bukhari & Muslim). Kecil di mata kita, besar di mata Allah.
- Kapan Aja, Di Mana Aja: Lagi rebahan, lagi di kereta, lagi nunggu ojek, eh… kepikiran mau berbuat baik. Langsung buka smartphone, sat-set-sat-set (cepat), pahala langsung ngalir.
- Transparan dan Tepat Sasaran: Kita bisa pilih mau sedekah ke mana. Misalnya, untuk pembangunan masjid, buat anak yatim, atau program sosial lainnya, dan kita bisa cek laporannya.
FAQ: “Tapi, Kalau Masih Ada Utang Gimana?”
Ini pertanyaan bagus. Prioritas utama memang melunasi utang wajib. Tapi, bukan berarti pintu sedekah tertutup total.
Allah itu Maha Tahu kondisi kita. Di dalam Al-Quran (QS. At-Talaq: 7), Allah berfirman yang intinya:
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya…”
Jadi, kalau kamu punya utang, fokus bayar utang. Tapi, sambil ikhtiar lunasin utang, menyisihkan sedikit banget (misal seribu atau dua ribu) untuk sedekah dengan niat “Ya Allah, lancarkan rezekiku agar bisa lunas utang,” itu boleh banget. Jangan sampai nol sama sekali.
Kesimpulan: Jangan Nunggu Lapang, Jemput Kelapanganmu!
Nungguin lapang buat sedekah itu kayak nungguin haus baru mau gali sumur. Kelamaan! Justru, kelapangan itu harus di-“jemput”, dan salah satu cara jemput paling ampuh adalah dengan sedekah.
Jangan biarkan perasaan “sempit” menghalangi kamu dari berkah yang tak terduga. Justru di saat inilah, sedekah kamu punya bobot paling berat di timbangan amal.
Yuk, Buktikan Sendiri Keajaiban Sedekah di Waktu Sempit!
Masjid Quwwatul Islam siap menjadi jembatan kebaikan Anda. Salurkan donasi, infaq, dan sedekah jariyah Anda secara online. Biar kecil, yang penting ikhlas dan rutin.
Langsung aja klik link donasi resmi kami di: https://masjidquwwatulislam.or.id/donasi/
Mulailah sekarang, dan siap-siap takjub dengan balasan dari Allah yang seringkali datang dari arah yang nggak kita duga-duga.