Dalam Islam, pergantian tahun bukan sekadar angka yang berubah, tapi momentum untuk muhasabah diri—menghitung kembali bagaimana hidup kita dijalani. Bukan untuk berlebihan dalam perayaan, tapi juga bukan untuk diabaikan begitu saja. Islam mengajarkan keseimbangan: tenang, sadar, dan penuh makna.
Artikel ini membahas cara menyikapi tahun baru menurut Islam, dengan bahasa santai, tidak menggurui, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
1. Tahun Berganti = Umur Berkurang
Dalam Islam, pergantian waktu adalah pengingat yang sangat serius.
Setiap tahun yang lewat berarti:
- Usia kita bertambah
- Waktu hidup di dunia berkurang
- Kesempatan beramal juga semakin terbatas
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa manusia sering lalai terhadap dua nikmat besar: waktu luang dan kesehatan. Tahun baru adalah momen yang pas untuk bertanya pelan-pelan ke diri sendiri:
“Apakah aku menggunakan waktuku mendekat kepada Allah, atau justru makin jauh?”
Bukan untuk takut berlebihan, tapi untuk sadar.
2. Muhasabah Diri: Intinya Jujur, Bukan Menyalahkan
Islam sangat menganjurkan muhasabah. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”
Muhasabah bukan berarti:
- Menyesali masa lalu terus-menerus
- Menghukum diri dengan rasa bersalah
Muhasabah yang sehat itu:
- Jujur pada diri sendiri
- Mengakui kekurangan tanpa putus asa
- Mengakui nikmat tanpa sombong
Contoh muhasabah sederhana:
- Apakah shalatku sudah lebih terjaga?
- Apakah lisanku lebih banyak menyakiti atau menenangkan?
- Apakah aku masih sering menunda taubat?
3. Resolusi dalam Islam: Niat Baik yang Realistis
Islam tidak melarang membuat target atau resolusi. Bahkan, niat baik saja sudah bernilai ibadah.
Namun, Islam mengajarkan:
- Jangan memberatkan diri
- Jangan berlebihan
- Fokus pada konsistensi, bukan kesempurnaan
Daripada resolusi besar yang sulit dijaga, lebih baik niat sederhana tapi istiqamah, seperti:
- Menjaga shalat tepat waktu
- Mengurangi ghibah
- Membiasakan dzikir meski sebentar
- Lebih sabar ke keluarga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”
4. Tahun Baru Bukan Soal Dunia Saja
Sering kali, resolusi tahun baru hanya berputar di:
- Karier
- Uang
- Pencapaian dunia
Padahal, dalam Islam, hidup ini bukan hanya soal dunia, tapi juga bekal akhirat.
Bukan berarti harus meninggalkan dunia, tapi menyeimbangkan:
- Bekerja dengan jujur → ibadah
- Menafkahi keluarga → ibadah
- Menuntut ilmu → ibadah
Kalau niatnya lurus, aktivitas sehari-hari pun bernilai pahala.
5. Memperbanyak Taubat, Bukan Menunda
Tahun baru adalah momen yang tepat untuk kembali pada Allah dengan taubat yang tulus. Taubat bukan hanya untuk dosa besar, tapi juga:
- Lalai shalat
- Sering marah
- Hati yang dengki
- Menunda-nunda kebaikan
Allah Maha Pengampun, dan pintu taubat selalu terbuka, selama nyawa belum sampai di tenggorokan.
Kadang, yang kita butuhkan bukan target baru, tapi hati yang dibersihkan kembali.
6. Tidak Ikut Hura-hura, Tapi Tetap Punya Makna
Islam mengajarkan untuk tidak larut dalam perayaan berlebihan yang melalaikan. Namun, bukan berarti menyikapi tahun baru dengan marah atau sinis.
Sikap terbaik:
- Menghindari hal yang sia-sia
- Mengisi waktu dengan hal bermanfaat
- Memperbanyak doa dan introspeksi
Menghabiskan malam pergantian tahun dengan:
- Dzikir
- Doa
- Membaca Al-Qur’an
- Renungan diri
Itu jauh lebih menenangkan daripada euforia sesaat.
7. Berharap dengan Doa, Berserah dengan Tawakal
Islam tidak mengajarkan pesimis, tapi juga tidak mengajarkan berharap tanpa usaha.
Sikap seorang muslim:
- Berdoa dengan penuh harap
- Berusaha semampunya
- Bertawakal atas hasilnya
Kalau tahun lalu berat, jangan putus asa. Bisa jadi Allah sedang:
- Menguatkan sabarmu
- Membersihkan hatimu
- Menyiapkan sesuatu yang lebih baik
8. Penutup: Tahun Baru sebagai Jalan Pulang
Dalam Islam, tahun baru bukan tentang menjadi paling sukses, tapi:
- Menjadi lebih taat
- Lebih rendah hati
- Lebih sadar tujuan hidup
Hidup ini perjalanan pulang kepada Allah.
Tahun demi tahun hanyalah penanda jarak.
Semoga di tahun yang baru ini:
- Kita lebih dekat dengan Allah
- Lebih lembut pada sesama
- Lebih jujur pada diri sendiri
Bukan tahun yang sempurna, tapi tahun yang lebih diridhai Allah. 🤲