Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta

a man working in an office and holding money, with a laptop documents on the desk.

Mengapa ada Zakat Penghasilan? Bagaimana Menghitungnya?

Umat Islam yang menerima gaji rutin sering bertanya-tanya apakah mereka perlu mengeluarkan zakat dari penghasilan mereka, dan jika iya, apakah anggota keluarga sendiri bisa menerima pemberian zakat tersebut. Artikel ini akan mengulas tuntas mulai dari pengertiannya, cara perhitungan, sampai hukum pemberian kepada saudara atau orang tua.

Memahami Zakat dari Penghasilan: Apakah Termasuk Wajib?

Dalam pandangan mayoritas ulama, pendapatan rutin termasuk objek zakat. Ini berlaku apabila jumlahnya telah mencapai nishab, yaitu senilai 85 gram emas per tahun. Artinya, jika penghasilan seseorang melebihi batas tersebut setelah dikurangi kebutuhan pokok, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya.

Dasarnya terdapat dalam firman Allah:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Sabda Nabi Muhammad ﷺ juga memperkuat ayat tersebut:

“Setiap Muslim wajib bersedekah.” Mereka bertanya, “Bagaimana jika ia tidak memiliki apa-apa?” Beliau menjawab, “Bekerja dengan tangannya, lalu bersedekah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Dengan demikian, penghasilan dari profesi termasuk dalam kategori harta yang wajib kita keluarkan zakatnya, sebagaimana zakat emas atau simpanan.

Perhitungan Praktis dan Contoh Kasus

Menghitung zakat jenis ini sangatlah mudah. Rumus umum yang digunakan adalah:

2,5% x (Penghasilan Bersih per Bulan)

Contoh:

  • Penghasilan: Rp10.000.000
  • Pengeluaran kebutuhan pokok: Rp5.000.000
  • Sisa penghasilan: Rp5.000.000
  • Zakat: Rp125.000

Untuk mempermudah, Anda bisa memakai fitur Kalkulator Zakat Otomatis di halaman zakat penghasilan.

Kepada Siapa Zakat Penghasilan Disalurkan?

Penyaluran zakat memiliki aturan tersendiri. Al-Qur’an menyebut delapan kelompok utama (asnaf) penerima dalam QS. At-Taubah: 60, yaitu:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil
  4. Muallaf
  5. Riqab
  6. Gharim
  7. Fi Sabilillah
  8. Ibnu Sabil

Pastikan Anda menyalurkannya pada golongan yang tepat agar zakat sah secara syariat.

Bagaimana Jika Penerimanya Saudara atau Orangtua?

Pertanyaan ini sering muncul di masyarakat. Jawabannya tergantung hubungan dan kondisi ekonomi penerima:

  • Saudara kandung atau kerabat lain bisa menerima zakat jika mereka tergolong miskin atau memenuhi syarat secara syariat.
  • Orang tua, anak kandung, dan pasangan (suami atau istri) tidak dapat menerima zakat. Sebab, menafkahi mereka adalah kewajiban, bukan pilihan.

Oleh karena itu, penting mengevaluasi kondisi calon penerima sebelum menyalurkan zakat.

Niat Dilafalkan atau Cukup dalam Hati?

Niat menjadi syarat sah zakat, tetapi ulama sepakat bahwa niat cukup dalam hati. Melafalkan niat tidak wajib, meskipun ulama menganjurkan melafalkan niat bagi yang ingin.

Berikut contoh bacaannya:

“Nawaitu an ukhrija zakāta māliyya ‘an mālil kasbi lillāhi ta‘ālā.”
(Saya niat mengeluarkan zakat harta atas penghasilan saya karena Allah Ta‘ala.)

Salurkan Zakat dengan Mudah Lewat Masjid Quwwatul Islam

Tidak perlu bingung ke mana harus menyalurkan. Kini Anda bisa menghitung dan membayar zakat langsung melalui situs resmi Masjid Quwwatul Islam. Tersedia kalkulator digital yang akurat dan sistem pembayaran zakat yang aman. Klik di bawah ini untuk melakukan penghitungan dan pembayaran zakat.

Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi juga sarana pembersih jiwa dan harta. Mari tunaikan dengan penuh kesadaran dan tepat sasaran.

Share artikel ini jika bermanfaat:

Bantu Kami Meningkatkan Dampak Positif untuk Sesama

Setiap donasi Anda akan langsung membantu mereka yang sangat membutuhkan di sekitar kita. Bersama, kita bisa mengubah kehidupan lebih baik. Jadilah bagian dari perubahan nyata hari ini.

Bantu Kami Meningkatkan Dampak Positif untuk Sesama

Setiap donasi Anda akan langsung membantu mereka yang sangat membutuhkan di sekitar kita. Bersama, kita bisa mengubah kehidupan lebih baik. Jadilah bagian dari perubahan nyata hari ini.

Baca Artikel Lainnya

Menu Buka Sehat & Berkah
4 Februari 2026

Menu Buka Puasa Sehat & Berkah

Memilih menu buka puasa yang tepat merupakan kunci utama agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah Ramadhan. Oleh

Doa Nabi Yusuf: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
28 Januari 2026

Guy, ini kedahsyatan Doa Nabi Yusuf

Doa Nabi Yusuf adalah salah satu doa yang banyak diamalkan oleh umat Islam, khususnya bagi mereka yang berharap

Doa buka puasa
21 Januari 2026

Doa Buka Puasa Ramadhan Sahih

Setiap Muslim pasti menantikan momen berbuka puasa sebagai waktu yang penuh keberkahan. Selain menandai kemenangan menahan hawa nafsu,