Niat sholat dhuha adalah ucapan hati yang menyertai gerakan shalat sunnah dhuha, hadir bersamaan takbiratul ihram sebagai penegasan tujuan ibadah karena Allah semata. Berikut bacaan lengkapnya dalam bahasa Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latinnya: “Usholli sunnatadh dhuha rok’ataini lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Kamu bisa mengucapkan niat ini dalam hati saja tanpa perlu melafalkannya dengan suara keras, karena inti niat terletak pada kesadaran dan ketulusan hati, bukan pada ucapan lisan.
Niat sholat dhuha secara singkat berbunyi “Usholli sunnatadh dhuha rok’ataini lillahi ta’ala”, artinya aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala. Kamu mengucapkan niat ini dalam hati saat takbiratul ihram, tanpa syarat pelafalan tertentu, karena hukumnya sunnah muakkad menurut mayoritas ulama fiqih empat mazhab.
Apa Itu Sholat Dhuha?
Sholat dhuha merupakan shalat sunnah yang waktunya mulai berlaku sejak matahari naik sekitar sepenggalah, kira-kira 15 sampai 20 menit setelah terbit, hingga menjelang waktu zuhur. Ulama fiqih menyebut ibadah ini sebagai salah satu shalat sunnah yang paling ditekankan Rasulullah SAW untuk kamu kerjakan secara rutin. Beberapa hadits menyebutkan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada Abu Hurairah RA agar tidak meninggalkan tiga hal, salah satunya shalat dhuha, seperti termuat dalam riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Apakah Sholat Dhuha Disebut dalam Al-Qur’an?
Al-Qur’an memuat surah khusus bernama Ad-Dhuha, surah ke-93, yang turun sebagai penghibur hati Rasulullah SAW pada masa awal kenabian saat wahyu sempat terhenti sementara. Surah ini tidak memerintahkan shalat dhuha secara langsung, tetapi para ulama tafsir mengaitkan penyebutan waktu dhuha di dalamnya dengan keistimewaan waktu pagi menjelang siang untuk beribadah. Sebagian mufasir menilai keterkaitan ini memperkuat alasan mengapa shalat dhuha layak kamu jadikan rutinitas harian, bukan sekadar ibadah tambahan sesekali.
Bacaan Niat Sholat Dhuha, Arab, Latin, dan Artinya
Tabel berikut merangkum niat sholat dhuha beserta keterangannya:
| Aspek | Keterangan |
| Arab | أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى |
| Latin | Usholli sunnatadh dhuha rok’ataini lillahi ta’ala |
| Arti | Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala |
| Waktu pengucapan | Dalam hati, bersamaan takbiratul ihram |
| Hukum melafalkan | Sunnah, boleh tanpa suara |
Sebagian ulama membolehkan penambahan lafaz “ada-an” (tunai) di akhir niat, meski hal ini bukan syarat wajib. Niat sholat dhuha tetap sah selama kamu meniatkan dua rakaat shalat sunnah dhuha karena Allah, terlepas dari variasi lafaz yang kamu pakai.
Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Dhuha?
Waktu sholat dhuha mulai berlaku kira-kira 15 sampai 20 menit setelah matahari terbit dan berakhir sekitar 10 sampai 15 menit sebelum masuk waktu zuhur. Waktu paling utama menurut sebagian ulama jatuh saat matahari sudah cukup tinggi, sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat, karena kondisi ini mendekati gambaran “unta kepanasan” dalam salah satu riwayat hadits. Kamu bisa memanfaatkan jam istirahat pagi di kantor atau sekolah untuk menunaikan ibadah ini tanpa mengganggu aktivitas utama.
Berapa Rakaat Sholat Dhuha yang Dianjurkan?
Jumlah rakaat sholat dhuha bersifat fleksibel, dengan pilihan berikut:
- Dua rakaat, jumlah minimal yang sudah mencukupi anjuran sunnah.
- Empat rakaat, sesuai kebiasaan yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.
- Delapan rakaat, jumlah yang dianjurkan sebagian ulama berdasarkan riwayat Ummu Hani.
- Dua belas rakaat, disebut dalam sebagian riwayat berpahala rumah di surga, meski para ahli hadits berbeda pendapat soal derajat riwayat ini.
Tata Cara Sholat Dhuha Langkah demi Langkah
Kamu bisa mengikuti langkah berikut untuk menjalankan sholat dhuha:
- Berdiri menghadap kiblat, lalu mengucapkan niat sholat dhuha dalam hati.
- Mengucapkan takbiratul ihram “Allahu Akbar”.
- Membaca doa iftitah, dilanjutkan surat Al-Fatihah.
- Melanjutkan dengan surat pendek, idealnya Asy-Syams atau Ad-Dhuha pada rakaat pertama.
- Rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti shalat biasa.
- Berdiri lagi untuk rakaat kedua dengan urutan bacaan serupa.
- Duduk tasyahud akhir, lalu mengucap salam untuk menutup shalat.
- Menutup rangkaian ibadah dengan doa sholat dhuha yang memohon rezeki dan keberkahan.
Sebagian ulama menganjurkan membaca surah Asy-Syams pada rakaat pertama dan surah Ad-Dhuha pada rakaat kedua, karena keduanya mengangkat tema cahaya matahari dan waktu pagi yang selaras dengan makna sholat dhuha. Kamu tetap boleh membaca surah pendek lain sesuai hafalan, sebab pemilihan surah tersebut sifatnya anjuran, bukan kewajiban.
Doa yang lazim kamu baca setelah salam berbunyi “Allahumma innadh dhuha dhuha uka wal bahaa a bahaa uka wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ishmata ishmatuka”, yang bermakna permohonan agar Allah melimpahkan rezeki, keindahan, kekuatan, dan perlindungan sebagaimana keluasan waktu dhuha itu sendiri. Kamu boleh melanjutkan doa ini dengan permintaan pribadi sesuai kebutuhan masing-masing.
Bolehkah Sholat Dhuha Dikerjakan Berjamaah?
Sholat dhuha umumnya kamu kerjakan sendiri-sendiri, namun sebagian ulama membolehkan pelaksanaan berjamaah dalam kondisi tertentu, misalnya saat kajian rutin atau pesantren kilat. Niat sholat dhuha tetap sama baik saat sendiri maupun berjamaah, karena inti niat hanya menegaskan jenis ibadah dan jumlah rakaat yang kamu kerjakan. Tidak perlu ada perubahan lafaz niat hanya karena pelaksanaannya bersama orang lain, selama rukun shalat pada umumnya tetap terpenuhi.
Apa Beda Niat Sholat Dhuha dengan Niat Sholat Sunnah Rawatib?
Niat sholat dhuha berbeda dari niat sholat sunnah rawatib, seperti sholat sunnah sebelum atau sesudah sholat fardhu, karena keduanya menempati waktu dan tujuan yang tidak sama. Sholat rawatib mengikuti jadwal sholat fardhu lima waktu, sedangkan sholat dhuha berdiri sendiri pada rentang waktu pagi menjelang siang tanpa terikat sholat fardhu tertentu. Kamu perlu melafalkan niat sesuai jenis sholat yang dikerjakan, misalnya “sunnatadh dhuha” untuk sholat dhuha dan “qobliyah” atau “ba’diyah” untuk sholat rawatib, agar tidak tertukar saat mengucapkan niat dalam hati.
Perbedaan lain terletak pada jumlah rakaat maksimal, sebab sholat rawatib umumnya terbatas dua rakaat per waktu, sementara sholat dhuha bisa kamu kerjakan hingga delapan atau dua belas rakaat sesuai anjuran sebagian ulama. Memahami perbedaan ini membantu kamu menyusun jadwal ibadah harian yang lebih tertata, terutama jika kamu ingin merutinkan beberapa sholat sunnah sekaligus dalam satu hari.
Apa Keutamaan Sholat Dhuha Menurut Hadits?
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap ruas tulang manusia memiliki kewajiban sedekah setiap hari, dan dua rakaat sholat dhuha sudah mencukupi kewajiban sedekah tersebut, seperti termuat dalam Shahih Muslim nomor 720 dan dibahas lebih rinci di Muslim.or.id. Hadits lain menyebutkan Allah menjanjikan kecukupan rezeki bagi siapa saja yang menjaga empat rakaat di awal siang, yaitu sholat dhuha. Riwayat ini menegaskan bahwa sholat dhuha bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan sarana memohon keberkahan rezeki harian.
Riwayat lain dari Abu Dzar RA menyebutkan bahwa setiap tasbih, tahmid, takbir, dan amar makruf nahi mungkar bernilai sedekah, dan semuanya tercukupi dengan dua rakaat sholat dhuha. Angka dua rakaat ini merujuk pada sekitar 360 ruas tulang yang disebutkan dalam hadits, sehingga sholat dhuha menjadi cara praktis menunaikan kewajiban sedekah harian tanpa mengeluarkan harta sama sekali.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Niat Sholat Dhuha
Beberapa kekeliruan berikut sering muncul saat seseorang mempraktikkan niat sholat dhuha:
- Menunda niat hingga setelah rukuk, padahal niat mesti hadir bersamaan takbiratul ihram.
- Melafalkan niat dengan suara keras di tempat umum hingga mengganggu jamaah lain, padahal cukup membisikkannya dalam hati.
- Mencampur niat sholat dhuha dengan niat shalat sunnah lain dalam satu waktu, sehingga menimbulkan keraguan sah tidaknya shalat.
- Menunggu waktu terlalu mepet menjelang zuhur, sehingga sholat dhuha tidak sempat kamu kerjakan dengan tenang.
Kamu bisa membaca lebih lengkap keterangan waktu dan ayat terkait dhuha melalui portal Al-Qur’an Kementerian Agama RI sebagai referensi tambahan.
FAQ Seputar Niat Sholat Dhuha
Perlukah melafalkan niat sholat dhuha dengan lisan?
Tidak perlu. Kamu cukup mengucapkan niat sholat dhuha dalam hati, karena inti niat adalah kesengajaan hati untuk beribadah, bukan pelafalan lisan.
Bolehkah menggabungkan niat sholat dhuha dengan sholat sunnah lain?
Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat pada kondisi tertentu, seperti sholat dhuha bersamaan sholat isyraq, tetapi sebaiknya kamu memisahkan kedua niat tersebut agar pahala masing-masing tetap sempurna.
Bisakah kamu mengqadha sholat dhuha jika waktunya terlewat?
Sholat dhuha termasuk shalat sunnah yang waktunya terikat, sehingga tidak ada anjuran qadha jika waktunya lewat. Kamu cukup melanjutkan rutinitas ini keesokan harinya.
Berapa rakaat minimal sholat dhuha yang sah?
Dua rakaat sudah sah dan mencukupi anjuran sunnah, meski kamu boleh menambah hingga delapan atau dua belas rakaat sesuai kemampuan.
Bolehkah sholat dhuha digabung dengan sholat tahiyatul masjid?
Kamu bisa mengerjakan sholat tahiyatul masjid lebih dulu sebagai shalat sunnah tersendiri, baru kemudian melanjutkan sholat dhuha dengan niat terpisah, karena keduanya membawa tujuan dan pahala yang berbeda.
Apakah perempuan yang sedang haid tetap mendapat pahala dhuha lewat dzikir?
Perempuan yang sedang haid tidak diwajibkan mengqadha sholat dhuha karena statusnya sunnah, namun kamu tetap bisa memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sebagai amalan pengganti sementara hingga suci kembali.
Kesimpulan
Niat sholat dhuha pada dasarnya sederhana, kamu cukup mengucapkannya dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa dua rakaat atau lebih kamu kerjakan karena Allah semata. Memahami bacaan, waktu, dan tata cara sholat dhuha membantu kamu menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan konsisten setiap hari. Konsistensi menjaga sholat dhuha, menurut banyak riwayat hadits, berkaitan erat dengan kelapangan rezeki dan ketenangan hati.
Sholat dhuha menjadi sarana sedekah harian bagi tubuh, dan kamu juga bisa melipatgandakan keberkahan dengan berbagi rezeki lewat sedekah dan infaq. Yuk salurkan sedekah dan infaqmu lewat halaman donasi Masjid Quwwatul Islam agar manfaatnya makin luas dirasakan sesama.

